Showing posts with label Wanita-wanita Penghuni Neraka. Show all posts
Showing posts with label Wanita-wanita Penghuni Neraka. Show all posts

Sunday, June 21, 2009

Wanita Penghuni Neraka (bag 6)


14. Wanita yang Membuat Tato atau Tahi Lalat
Dialah wanita yang membuat tato atau tahi lalat pada pipi, kening atau sepasang telapak tangannya. Atau ia memmbikin tahi lalat yang mengesankan seolah-olah itu asli dan alami. Seperti yang sudah di sampaikan pada pembicaraan sebelumnya, Islam menolak perbuatan yang memalsukan ciptaan Allah. Islam menginginkan agar ciptaan itu dibiarkan seperti yang telah dititahkan oleh Allah. Siapa pun berhak mengubahnya. Perbuatan tersebut masuk dalam kategori menipu. Padahal Rasulullah saw bersabda :

“Barangsiapa yang menipu kami, ia bukan termasuk golongan kami”

Para pelacur pada zaman jahiliah dahulu suka membikin tato atau tahi lalat pada tiap bagian tubuhnya. Lalu Islam ingin agar perbuatan ini tidak ditiru. Seorang wanita baik-baik jangan ikut-ikutan menyerupai orang zalim tersebut, seperti yang dilakukan oleh kaum Ahli Kitab yang suka memelihara cambang dan mencukur jenggot mereka. Nabi saw bersabda :

“Berbedalah kalian dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani. Cukurlah cambang, dan peliharalah jenggot”

Wanita yang membuat tato atau tahi lalat itu membangkitkan nafsu dan menggoda kaum laki-laki. Islam menyerukan kepada wanita mukmin agar jangan menjadi pendorong timbulnya fitnah.
15. Wanita Pendusta
Berdusta adalah sifat sangat buruk yang tidak patut dimiliki seseorang yang mengaku beriman. Suatu hari Nabi saw. Ditanya , “Apakah seorang mukmin ada yang pengecut?” Beliau menjawab “Ya” Beliau ditanya lagi, “Apakah ada yang kikir?” Beliau menjawab “Ya” Dan beliau ditanya lagi, “Apakah ada yang pendusta?” Beliau menjawab, “Tidak”
Orang yang berdusta kepada orang lain, juga akan berdusta kepada Allah. Kemudian berdusta kepada diri sendiri. Allah mengancam orang-orang yang berani dusta terhadap-Nya dalam surat az-Zumar:60 yang artinya

“Pada hari kiamatkamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukanlah dalam neraka jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?”

Jujur itu bias menyelamatkan dan dusta itu bias menghancurkan. Rasulullah saw bersabda:

“Sesungguhnya kejujuran itu menuntunpada kebajikan dan kebajikan itu menuntun ke surga. Seseorang yang selalu jujur dan terus akan bermaksud jujur sampai ia dicatat disisi Allah sebagai orang yang sangat jujur. Sesungguhnya kedustaan itu menyeret pada kezaliman dan kezaliman itu menyeret ke neraka. Seseorang yang selalu berdusta dan bermaksud akan terus berdusta sampaiu ia dicatat disisi Allah sebagai pendusta”

Rasulullah saw mengancam orang yang menceritakan pengalaman mimpi secara dusta. Demi menyenangkan suami dan menarik simpatinya, ada seorang wanita yang tidak segan-segan berdusta dan membual menceritakan pengalaman mimpi yang tidak pernah dialaminya. Ia sengaja menambahi-nambahinya dari fantasinya sendiri. Rasulullah saw bersabda :

“Ada tiga yang kelak pada hari kiamat akan disiksa secara pedih. Yaitu, orang yang suka dusta menceritakan pengalaman mimpinya, seorang yang membikin patung-oatung sehingga kelak ia dituntut untuk memberikan nyawa padanya padahal ia bukan pengembus nyawa, dan orang yang memimpin suatu kaum namun mereka tidak suka padanya”
Abu Bakar dikenal dengan nama ash-shiddiq ‘orang yang sangat jujur’ karena ia setia sekali pada kejujuran, sekalipun dalam situasi-situasi yang sulit. Ketika keluar bersama Nabi saw dari Gua tsaur dalam perjalanan hijrah, ia bertemu dengan seseorang yang mengenalnya tetapi tidak mengenal Nabi. Nabi saw pun tidak mengenalnya.
“Siapa temanmu ini, Abu Bakar?” Tanya orang tadi
“Seseorang penunjuk jalan yang akan menunjukan aku kejalan yang benar.” Jawab Abu Bakar ash-shiddiq.
Lelaki itu diam saja. Ia mengira bahwa Nabi saw adalah seorang pemandu biasa.


Sumber Buku "Wanita-wanita Penghuni Neraka
Baca Lebih Lanjut......

Friday, June 5, 2009

Wanita Penghuni Neraka (bag 5)


11. Wanita yang Mengabaikan Shalat
Shalat itu salah satu kewajiban Islam. Ia adalah tiang agama, seperi yang disabdakan oleh Nabi saw
"Shalat adalh tiang agama. Siapa yang mendirikan shalat berarti ia mendirikan agama dan siapa yang merobohkan shalat berarti ia merobohkan agama"
Barangkali ada yang keberatan menunaikan zakat, karena berkaitan dengan harta. Ada yang keberatan melaksanakan puasa karena harus menanggung lapar, dahaga dan menahan berbagai nafsu. Ada yang keberatan menjalankan ibadah haji, karena ia adalah sebuah perjalanan yang melelahkan dan harus meninggalkan kelurga serta anak. Tetapi, Shalat adalah ibadah sederhana dan mudah yang tidak perlu bersusah payah.
Berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya, ibadah shalat diulang sebanyak 5 kali selama sehari semalam. Hal itu penting mengingat seorang hamba merasa perlu bersimpuh di hadapan TUHANnya. Shalat adalah mandi yang harus selalu dilakukan untuk membersihkan noda-noda dosa. Rasulullah saw bersabda 
"Maukah kalian aku tunjukan sesuatu karenanya Allah berkenan menghapus kesalahan-kesalahan dan mengangkat beberapa derajat?" Para sahabat menjawab, "Tentu saja, Rasulullah." Beliau bersabda, "Menyempurnakan wudhu atas hal-hal yang tidak disenangi, rajin melangkah ke masjid-masjid, dan menanti shalat demi shalat. beliau mengatakannya 3 kali.

Amal ibadah seorang hamba yang kelak pada hari kiamat pertam kali akan diminta pertanggung jawabannya adalh shalat. Jika ia melakukannya denhgan sempirna, amal-amalnya yang lain akan diterima. Dan jika tidak, amal-amalnya yang lain akan ditolak. Allah berfirman dalam surat al-Muddatstsir:39-48 yang artinya :
Kecuali golongan kanan, berada didalam surga. Mereka tanya-menanya tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, 'Apakah yang memasukan kamu kedalam saqar (Neraka)?' Mereka menjawab ,'Kami dahulu termasuk orang-orang yang tidak mengerjakan shalat, kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian.' Maka, tidak berguna lagi bagi mereka syafaat orang-orang yang memberikan syafaat"
Shalat adalah ibadah yang dipesankan oleh Rasulullah saw agar dilatihkan kepada anak-anak supaya mereka tumbuh besar mencintai dan menekuninya.
"Perintahkanlah mereka melakukan shalat ketika umur 7 tahun, pukullah mereka karena meninggalkan shalat ketika umur 10 tahun, dan pisahkanlah di antara mereka di tempat tidur"
Yang membedakan seorang mukmin dari seorang kafir ialah penunaian ibadah shalat. Rasulullah saw bersabda
"Janji terikat antara kami dengan mereka ialah shalat. Siapa yang meninggalkan shalat berarti ia khufur"
Persaudaraan sesama agama diikat oleh tali shalat. Allah berfirman dalam surat at-Taubah:11 yang artinya :
"Jika mereka bertobat, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, mak (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama."         
 
12. Wanita Biduan
Dalam Islam, nyanyian itu tidak haram, asalkan isinya baik dan dinyanyikan dengan cara yang sopan. Nabi saw sendiri pernah mendengarkan nyanyian dan bunyi pukulan rebana. Alam memberikan kita makna keindahan dari bunyi-bunyian. Burung-burung menghibur kita dengan kicauan-kicauannya yang sangat indah dan merdu. Ada nyanyian yang dapat membangkitkan semangat ketika kita tengah menghadapi berbagai kesulitan. Ada syair religius yang mampu mencairkan kegaluan dan ketegangan hati.
Tetapi yang saya maksud dengan wanita ini, ialah wanita yang berdiri di depan banyak pria dengan pakaian yang seksi sambil menari menggoyang-goyangkan tubuh sehingga dapat membangkitkan nafsu birahi mereka. Ia sengaja menarik perhatian mereka. Rasulullah saw memperingatkan kepada orang yang selama bejam-jam sengaja mendengarkan alunan biduan yang menyanyi seperti tadi. Sehingga ia kehilangan akal lalu melakukan perbuatan-perbuatan yang tabu, apalagi jika ditemani minuman khamar.
"Barangsiapa yang sengaja mendengarkan seorang biduan, maka akan dituangkan timah yang panas pada telinganya."
Sekarang ini kita hidup dalam era menjamurnya nyanyian-nyanyian mesum dan suara-suara mungkar yang dapat merusak akhlak para pemuda. Juga yang dapat menjauhkan mereka dari tujuan, tanggung jawab, dan pelajaran mereka. Sekarang ini banyak burung gagak mengaok yang disaingi oleh para biduan dan biduanita dengan nyanyian-nyanyian yang mesum, dengan penampilan yang sama sekali tidak sopan, dan dengan suara yang lebih dibenci daripada suara keledai. Allah SWT berfirman dalm surat Luqman:19 yang artinya :
"Lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-burukn suara ialah suara keledai"
Iblis selalu bersiaga untuk memfitanah dan menyesatkan manusia sengan berbagai macam senjata, yang diantaranya ialah senjata "Nyanyian" atau "Suara wanita-wanita yang meratap". Allah SWT berfirman dalam surat al-Israa':64 yang berbunyi :
"Hasutlah siapa saja yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerhkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anakj dan beri janjilah mereka. Tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka"
13. Wanita yang Memakan Barang Haram
Sesutu yang halal itu sudah jelas, dan yang haram juga sudah jelas. Allahlah yang menjelaskan tentang yang halal dan yangt haram. Dalam firman-NYA surat al-A'raaf:157 yang artinya :

"Menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk"
Seseorang tidak boleh mengatakn dengan seenaknya sendiri bahwa "ini halal, dan ini haram". Sekarang ini kita hidup pada situasi zaman yang terbalik. Mereka menyebut riba sebagai bunga, menyebut khamar sebagai minuman-minuman penyegar dan menyebut goyangan tari perut sebagai seni. Allah memperingatkan dalm surat an-Nahl:116 yang artinya :
"Janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta, "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidaklah beruntung"
Allah menyeru manusia agar memakan yang halal dalm firman-NYA surat al-Baqarah:168-169 yang artinya :
"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui."
Sebenarnya sesuatu yang halal itu jauh lebih banyak daripada yang haram. Buktinya, Allah memperolehkan Nabi Adam a.s memakan semua pohon yang ada di surga, kecuali pohon yang memang di larang. Allah berfirman dalm surat al-A'raaf:19 yang artinya :
"Hai Adam, bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai. Janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim."
Memakan barang yang haram sam halnya dengan membuka aurat sendiri yang bisa membikin malu seseorang yang bersangkutan. Karena itulah, ketika Nabi Adam memakan buah khuldi, maka terbukalah auratnya. Allah berfirman dalam surat al-A'raaf:22 yang artinya :
"Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga."
Rasulullah saw menjelaskan bahwa memakan barang haram itubisa mengundang murka Allah. Akibatnya, Allah btidak berkenan menerimaamal dan ibadah yang bersangkutan. Karena itulah, Sa'ad bin Abu Waqqash pernah berkata, "Rasulullah, doakanlah aku kepada Allah agar doaku terkabulkan." Beliau bersabda :
"Hai Sa'ad, pilihlah yang baik makananmu, niscaya doamu terkabulkan. Demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman-NYA, sesungguhnya seseorang yang memasukan satu suapan saja makanan haram ke dalam perutnya, Allah tidak berkenan menerima darinya selama 40 hari."
Rasulullah saw mengeluarkan ancaman neraka kepada setiap orang yang memakan barang haram.
"Setiap daging yang tumbuh dari makanan haram, api nerakalah yang berhak terhadapnya."
Sesungguhnya daging yang halal tiu banyak. Buktinya, Allah hanya mengharamkan bangkai, daging babi, dan daging binatang yang dipersembahkan kepada selain Allah. Sesungguhnya minuman yang halal juga banyak. Buktinya, yang diharamkan oleh Allah hanyalah darah dan khamar.
Seorang wanita harus menghindari makanan yang haram, demi menjaga anak-anaknya. Bahkan, misalkan suaminya melakukan hal itu, ia harus berani menolak dan melawannya. Soalnya, Allah tidak berkenan menerima ibadah seorang hamba yang berdagang racun atau bahan-bahan pkok makanan yang haram, atau mendapatkan uang dari suap, korupsi, mencuri, mencopet, merampas hak harta anak yatim, atau memakan harta orang lain dengan cara-cara yang batil lainnya. Allah SWT berfirman dalm surat an-Nisaa':29 yang artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil."
Sebab, pada akhirnya harta tersebut akan menghantarkan pada keharaman juga. Bahkan, Allah pun tidak berkenan menerima haji seseorang yang hidup dalam keharaman. Rasulullah saw bersabda :
"Sesungguhnya Allah itu baik. Dia hanya menerima yang baik"      

Sumber: Buku "Wanita-wanita Penghuni Neraka" 
  

Baca Lebih Lanjut......

Sunday, May 31, 2009

Wanita Penghuni Neraka (bag 4)


8. Wanita yang Berpakaian tetapi Sebenarnya Telanjang
Dialah wanita yang tidak merasa risih dan malu membuka aurat tubuhnya di hadapan laki-laki lain yang bukan muhrim. Misalnya, para penari, para pelacur, wanita-wanita yang tidak mau memeluk agama. Bagi mereka, ditonton oleh mata jalang kaum laki-laki dan diajak bicara adalah segala-galanya. Yang mereka pikirkan ialah hal-hal glamour yang jauh dari cita rasa yang sehat dan fitrah yang lurus.
Sebelumnya telah dibahas tentang wanita yang suka mempertontonkan kecantikannya kepada orang lain. Agar tidak mengulangi lagi pembahasan yang sama, saya perlu mengemukakan sebuah hadits Rasulullah saw. yang menceritakan tentang akan munculnya dua jenis manusia durhaka yang belum pernah beliau lihat sama sekali. Yakni, laki-laki yang zalim, dan wanita yang berpakaian tetapi sebenarnya telanjang. Beliau bersabda :

"Ada dua jenis penghuni neraka yang belum aku lihat. Yakni, kaum laki-laki yang memegang cemeti seperti seekor sapi, dan kaum wanita yang berpakaian tetapi sebenarnya telanjang, yang berjalan sambil miring-miring dan melenggak-lenggokkan kepalanya seperti unta. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium aromanya"

Seperti yang kita lihat sekarang ini, beberapa kaum wanita mengangkat atau meninggikan rambut mereka dengan gaya dan cara tertentu persis seperti punuk unta yang menonjol di punggungnya.
Seorang wanita yang berpakaian tetapi sebenarnya telanjang, tidak mau menghindari pandangan-pandangan nakal kaum lelaki yang mempelototi sepasang payudaranya atau sepasang pantatnya. Itulah yang justru mendorongnya berani memamerkannya secara jelas. Atau, ia sengaja mengenakan pakaian yang seksi, atau memakai sepatu yang merangsang. Tujuannya adalh untuk mencuri hati dan menawan akal pikiran kaum laki-laki supaya mereka bertekuk lutut di bawah telapak kakinya. Seorang wanita seperti ini gampang digoda dan dirayu. Ia tidak bisa dipercaya menjaga harta dan kehormatan, karena ia mudah berkhianat.
Sekarang ini terdapat banyak pakaian yang ada lubang-lubang terbuka pada bagian bawah ketiak, pantat, dan perut. Sehingga, pakian berubah menjadi sebuah jaring yang seolah-olah ingin digunakan oleh seorang wanita untuk memburu dan menjerat kaum laki-laki dengan berbagai cara.
Karena itulah, ini merupakan peluang emas bagi para pecundang dan pedagang pakaian wanita untuk menaikkan harganya setinggi mungkin. Soalnya mereka tahu bahwa wanita pasti akan berhasil memaksa laki-laki untuk memenuhi semua permintaannya dan membelikan apa saja yang diinginkannya.

9. Wanita yang Berzina
Zina itu dosa besar yang diharamkan oleh banyak syariat. Soalnya, perbuatan keji ini dapat merobek-robek kehormatan dan mengacaukan keturunan. Syariat Islam sangat mengecam zina, dan menjatuhkan sanksi hukuman yang berat bagi pelakunya, supaya masyarakat tetap bersih.

"Wanita yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera. Janganlah belas kasihan kepada keduanya menncegah kamu untuk (menjalankan) agam Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kiamat. Hendaklah (pelaksanakan) hukujkan mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman" (an-Nur:2)

Oleh Allah Ta'ala, zina diletakkan bersama perbuatan syirik dan membunuh dalam satu ayat.

"Orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, serta tidak berzina. Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapatkan (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia kekal dalam azab itu, dalm keadaan terhina" (al-Furqaan:68-69)

Ketika menjalani peristiwa sakral isra miraj, Rasulullah saw. menyaksikan orang-orang yang pernah berzina didunia tengah dibakar disebuah tempat pembakaran yang apinya menyala-nyala. Sebagaimana hawa nafsu mereka membakar tubuh mereka untuk melakukan zina.
Al-Qur'an melarang kita dekat-dekat pada perbuatan zina. Karena, berdekat-dekat dengan zina merupakan pendahuluan-pendahuluan yang bisa menjerumuskan kita pada perbuatan keji tersebut. Mialnya, berciuman, memandang, mengelus-elus, dan berduaan atau berpacaran. Karena itulah Allah SWT berfirman dalam surat al-Israa':32

"Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yng keji dan suatu jalan yang buruk"

Islam juga memperingatkan agar mewaspadai hal-hal yang dapt membangkitkan dan menjerumuskan ke perbuatan zina. Misalnya, gambar-gambar porno, mempertontonkan kecantikan kepada orang lain (tabarruj), film-film seks, nyanyian-nyanyian yang tidak sopan, pergaulan bebas, dan ucapan-ucapan yang mengandung racun nafsu syahwat.

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih didunia dan akhirat. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"

10. Wanita yang Menyerupai Pria
Sesungguhnya Allah menciptakan manusia ada yang pria dan ada yang wanita. Masing-masing memiliki keistimewaan tersendiri. Tidak dibenarkan salah satu dari keduanya menyerupai yang lain. Kenyataan ini juga berlaku pada alam binatang, burung, dan serangga. Apalagi pada makhlu manusia.
Seorang pria tidak pantas mengenakan pakaian-pakaian yang ketat, berjalan lenggak-lenggok, atau gaya bicara dan gerak-geriknya persis wanita. Karakter pria adalah kasar dan keras. Sebaliknya, karakter wanita adalah lemah lembut. Pria memiliki cambang dan jenggot. Sedangkan, wanita berwajah halus. Wanita boleh memakai emas sebagai perhiasan, dan mengenakan pakaian terbuat dari sutera. Tetapi hal itu diharamkan terhadap pria. Rasulullah saw. bersabda :

"haram bagi kaum pria mengenakan sutera dan berhias dengan emas"

Sutera dan emas adalh lambang kecantikan yang bersifat feminim. Kalau banyak cara untuk mempercantik diri, mengapa seorang wanita mesti menyerupai pria? Mengapa ia mesti memakai pakaian yang bukan-bukan? Juga mengapa ia harus berupaya memperlihatkan otot-ototnya? Semua itu jelas tidak sesuai dengan karakternya sebagai wanita. Rasulullah saw bersabda :

"Allah melaknati para pria yang menyerupai wanita, dan para wanita yang menyerupai pria"

Dalam masalah ini, ada sementara orang yang sengaja mengambil muka. Dengan gaya sebagai pahlawan, mereka mencoba membangkitkan emosi wanita agar jangan mau diperlakukan diskriminatif oleh kaum pria. Mereka meneriakan seruan kesetaraan gender. Namun, ketika mereka mendorong agar seorang wanita bisa melakukan tugas-tugas khusus pria, ternyata mengalami kegagalan total dan tak kuasa melakukannya. Misalnya, menjadi kondertur angkutan-angkutan umum. Seorang wanita tentu tidak sanggup, karena ia harus berada ditengah kaum pria yang terkadang banyak yang usil dan berlaku tidak senonoh, terlebih yang berjenis hidung belang dan jahat. Demikian pula dengan pekerjaannya sebagai sopir taksi, tukang penggali tambang, pemecah batu, dan pekerjaan-pekerjaan berat lainnya.
Seorang wanita memiliki batas-batas kemampuan tertentu yang sesuai dengan karakternya yang patut. Misalnya, sebagai dokter, pengacara, insinyur, guru, dan dosen. Jadi, ia tidak bisa bersaing dengan kaum priadalam segala bidang. Wanita dicipitakan Allah dengan sifat khas mereka yang keibuan. Dari merekalah terlahir orang-orang besar serta pejuang-pejuang hebat. Tidak diragukan lagi bahwa dibelakang setiap orang besar adalh seorang wanita, apakah itu seorang ibu atau istri
 

Sumber: Buku "Wanita-wanita Penghuni Neraka"
Baca Lebih Lanjut......

Sunday, May 17, 2009

Wanita Penghuni Neraka (bag 3)


5. Wanita yang Suka Memakai Parfum berlebihan
Islam menyukai aroma-aroma yang harum, dan tidak menyukai bau-bau yang tidak sedap. Nabi saw. sendiri juga orang yang menyukai aroma-aroma yang harum. beliau bersabda :
   "Aku menyukai dua hal dari dunia kalian, yakni wanita dan keharuman. Aku jadikan (keharuman
   itu sebagai) primadonaku dalam shalat"
Tidak ada larangan bagi setiap wanita memakai jenis parfum apapun untuk menyenangkan suaminya. Yakni, supaya sang suami merasa betah tinggal di rumah, tetap simpati, dan semakin menintainya. Tetapi, Islam melarang seorang wanita memakai parfum yang aromanya sangat menolok dan menusuk penciuman sehingga bisa membangkitkan berbagai nafsu dan menggoda kaum laki-laki. Contohnya, parfum-parfum dari paris. Rasulullah saw. bersabda:
   "Jika seorang wanita lewat di sebuah majelis dengan menebarkan aroma yang menusuk, maka ia
   adalah wanita penzina" 

Islam juga tidak melarang seorang wanita keluar rumah pergi ke masjid atau untuk urusan-urusan penting lain. Tetapiu dengan syarat, ia harus tetap berlaku sopan tanpa memakai parfum yang dapat mempermainkan serta menggoda hati kaum laki-laki dan membangkitkan nafsu. Rasulullah saw. bersabda:
   "Jangan kamu larang hamba-hamba wanita allah memasuki masjid-masjid Allah. Tetapi, hendaklah
   mereka keluartanpa mengenakan parfum"
Pada waktu yang sama Islam memperingatkan seorang wanita agar tetap menjaga kebersihan tubuh, supaya tidak menimbulkan bau-bau tidak sedap karena pengaruh keringat, kuman, dan berbagai virus. Oleh karena itu, ia harus rajin mencabuti rambut yang tumbuh di ketiak, dan mengenakan parfum seperlunya. Seorang suami tentu akan merasa senang terhadap istrinya yang beraroma harum. Inilah makna sabda Rasulullah :
   "Pilihlah gadis-gadis yang masih perwan, karena mereka lebih produktif rahimnya (memiliki
   kemampuan melahirkan anak), lebih segar mulutnya, lebih sedikit tipu dayanya, dan lebih ridha
   pada yang sedikit."
Maksudnya, hendaknya seorabg pemuda mencar jodoh seorang gadis yang masih perawan. Bahkan, seorang duda yang ditinggal mati oleh istri dan sudah memiliki banyak anak sekalipun, tentu punya peluang menikah lagi dengan wanita yang masih perawan.
6. Wanita yang Munafik
Maksudnya, wanita yang ketika bertemu dengan anda dan berlalu dari anda memperlihatkan kecintaan, namun dalam batinnya tersimpan kebencian. Munafik adalah penyakit sosial yang sangat berbahaya. Karena itulah, Nabi saw. memperingatkan kita agar mewaspadainya, dan menjelaskan sebagian tanda-tandanya
   "Tanda orang munafik itu tiga. Yakni, ketika ia berbicara ia berdusta, ketika berjanji ia
   mengingkari, dan ketika dipercaya berkhianat"
Sedangkan, wanita yang munafik itu bisa Anda kenalidari sikapnya yang mengabaikan shalat, membuang-buang waktu, dan tidak khusyu dalam shalatnya dan ia mempunyaiwaktu yang sebentar saja untuk mengingat Allah.
Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahaagung berfiman dalam surat an-Nisaa':142 yang artinya :
   "Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka.
   Apabila mereka berdiri untuk bershalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya
  (dengan shalat) di hadapan manusia. Tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali."
Wanita munafik ialah yang menolak keutamaan-keutamaan, dan menerima kenistaan-kenistaan. Ia bukan hanya tidak mau membantu tetangga atau kaum kerabatnya yang tengah ditimpa kesulitan. Tetapi, ia bahkan membujuk suaminya agar jangan membantu mereka. Ia tidak punya rasa malu terhadap kaum lelaki dan tidak malu dalm melakukan perbuatan tidak terpuji.
Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahaagung berfirmandalam surat at-Taubah:67 yang artinya :
   "Orang-orang munafik laki-laki dan wanita, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama.
   Mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf serta mereka
   menggemgamkan tangannya. Mereka telah lupakepada Allah, maka Allah melupakan mereka.
   Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik"
Wanita munafik ialah yang dengki terhadap nikmat yang diterima orang lain. Hatinya terus gelisah selama nikmat itu masih belum hilang dari tangan orang yang ia dengki tadi. Ia bahkan berharap mudah-mudahan wanita yang sopan berubah menjadi wanita yang suka mempertontonkan kecntikannya kepada orang lai, dan wanita yang beriman berubah menjadi wanita yang kafir. Hal ini sebagaiman yang diungkapkan dalam firman surat al-Baqarah:109 yang artinya :
   "Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar merka dapat mengembalikan kamu kepada
   kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri."
Ummu Jamil istri Abu Lahab sangat membenci Nabi saw. Ia selalu memanas-manasi beliau dengat sorot pandangan matanya yang tajam, dan menyakiti beliau dengan tindakan serta mulutnya yang beracun. Ia selalu memanggil beliau dengan Mudzamman (orang yang dikecam), kebaikan dari Muhammad (orang yang terpuji). Allah ta'ala berfirman dalam surat al-Qalam:51 nyang artinya :
    "Sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir mengelincirkan kamu dengan pandangan
    mereka, tatkala mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata, 'sesungguhnya ia (Muhmmad)
    benar-benar orang gila'."
Wanita munafik sering kali memperlihatkan penampilan dirinya yang cantik dan bertutur kata yang halus lembut. Tetapi dalam sekejap, hal itu bisa berubah menjadi sebilah pisau tajam yang akan menikam wanita-wanita lain. Ia tidak dapat menahan dirinya untuk tidak mengganggu dan menyakiti orang lain. Karena itulah, Allah menurunkan surat yang dikenal dengan nama surat al-Munafiqun.
7. Wanita yang Mencuri
Seorang wanita yang mencuri dengan cara memcopet, merampas harta orang lain, atau mencuri harta milik suaminya sendiri, tetap saja ia dianggap pencuri yang haus dijatuhi hukuman potong tangan. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam syrat al-Maai'dah:38 yang artinya :
    "Laki-laki yang mencuri dan wanita yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai)
     pembalasan bagfi apa yang mereka kerjakan"
Ketika menerima baiat atau janji setia kaum wanita, slah satu syar5at yang ditekankan oleh Nabi saw adalah melarang mereka mencuri. Beliau lalu membacakan firman Allah surat al-Mumtahanah:12 yang artinya :
    "Hai Nabi, apabila datang kepadamu wanita-wanita yang beriman untuk mengadakn janji setia,
    bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak
    akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan membuat dusta yang mereka
    ada-adakan antara tangan dan kaki mereka, dan tidak akan medurhakaimu dalam urusan yang
   baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka.
   Sesungguhnya Allah Maha Pengampujn lagi Maha Penyayang "
Ketika Hindun binti Utbah mendengar firman "tidak akan mencuri", iaberkata, "Saya pernah mencuri harta Abu Sufyuan, karena ia seorang suami yng sangat kikir". Namun, oleh Nabi saw ia di anjurkan untuk mengambil harta Abu Sufyan hanya sebanyak yang dapat mencukupi kebutuhan anak-anaknya, dan tidak boleh melebihinya. Apabila seorang wanita mengambil harta suaminya tanpa seizinnya untuk disedekahkan, maka ia mendapatkan dosa dan suaminya mendapatkan pahala.
Nabi saw pernah memutuskan hukuman potong tangan terhadap seorang wanita dari Bani Makhzun. Gara-garanya si wanita dari keluarga bangsawan ini berutang kepada tetanggany,a tetapi  kletika ditagih ia tidak mau membayar bahkan memungkirinya. Ketika Usamah bin Zaid mencoba melobi beliau untuk memintakan grasi bagi wanita tersebut, beliau murka seraya bersaba :
    "Hai Usamah! Kamu akan memintakn grasi atas salah satu hukum di antara hukum-hukum yang
    telah ditetapkan oleh Allah? Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu binasa disebabkan apabila
    ada orang yang mulia di antara mereka mencuri, mereka membicarakannya; san apabila ada orang
    yang lemah mencuri, mereka segera menegakkan hukuman terhadapnya. Demi Allah, seandainya
    Fatimah putri Muhammad mencuri tentu Muhammad akan memotong tangannya."
Perbuatan mencuri sangat indetik dengan perbuatan-perbuatn membunuh dan perusakan. Orang yang membegal adalah pencuri , pembunuh, dan sekaligus pembuat kerusakn di muka bumi. KArena itulah, Allah mengancamnya dengan siksa yang sangat pedih, seperti yang terungkap dalm firman surat al-Maa'idah:33 yang artinya
    "Sesungguhnya pembalasan orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat
    kerusakn di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh, atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki
    merekadengan bertimbal balik, atau di buang dari negeri (tempat kediammanya)."
  
Sumber: Buku "Wanita-wanita Penghuni Neraka"
Baca Lebih Lanjut......

Saturday, May 16, 2009

Wanita Penghuni Neraka (bag 2)


1. Wanita yang Mempertontonkan Kecantikannya
Sesungguhnya Islam sangat antusias melindungi wanita dari fitnah-fitnah kehidupan dan jebakan-jebakan setan. Islam menginginkan wanita tetap suci, terhormat, bebas merdeka, mulia, tidak gampang disesatkan, dan tidak suka membangkitkan nafsu kaum laki-laki. Karena itulah, ISlam berpesan supaya ia menjadi wanita sopan yang melindungi tubuhnya dari mata serigala manusia. Dan AL-Quran pernah mensifati wanita pada zaman jahiliah dahulu ketika membicarakan tentang istri-istri Nabi SAW, dengan firmannya dalam surat al-Ahzab:33 yang artinya 

   "Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu

Adapun yang dimaksud dengan mempertontonkan kecantikan kepada orang lain di sini, bukan hanya sekedar membuka dada atau punggung atau rambut saja. Tetapi maksudnya ulah wanita yang sekarang ini sudah cenderung tidak punya rasa malu. Mereka sudah berani membuka auratnya. Allah berpesan kepada Nabi-Nya SAW, agar menyuruh istri-istri, putri-putrinya, dan istri-istri orang mukmin untuk menutup aurat secara sempurna. Tujuannya agar mereka tidak di ganggu oleh ucapan atau perbuatan orang-orang yang hatinya sakit dan para lelaki hidung belang.
Allah juga telah berfirman dalam surat al-Ahzab:59 yang artinya


   "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anakmu, dan istri-istri orang mukmin,
   'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka' Yang demikian itu
   lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu."
 
Menurut Nabi Muhammad saw, seluruh tubuh wanita aurat, kecuali wajah dan sepasang telapak tangan. Beliau bersabda


   "Seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan sepasang telapak tangannya jika
   keadaannya aman"
 
Ketika pada suatu hari Asma binti Abu Bakar menemui Nabi saw dengan mengenakan pakaian yang bagian bawahnya pendek, beliau menegurnya. 


  "Hai Asma, sesungguhnya wanita yang sudah baligh itu tidak boleh memperlihatkan
  tubuhnya kecuali bagian ini dan ini(seraya menunjukan wajah dan sepoasang tangan)."
 
Wanita yang mempertontonkan kecantikannya laksana buah segar yang tengah dihinggapi lalat. Sedangkan wanita yang punya rasa malu akan dihargai dan dihormati. Tidak ada seorangpun yang berani berbuat jahat kepanya.
Al-Quran berpesan kepada wanita supaya mengunci rapat-rapat jendela-jendela fitnah, dalam surat an-Nuur:31 
 



  "Hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya"
 
Adapun yang dimaksud dengan kain kerudung ialah yang tidak pendek bagian bawahnya. Juga yang menutupi bagian-bagian yang terbuka pada dada, punggung, rambut dan sepasang tangan.


2. Wanita yang Mencukur Rambutnya
Rambut adalah mahkota kecantikan seorang wanita. Karena itu, tidak bisa dibenarkan seorang wanita mencukur rambutnya kecuali karena sakit atau alasan darurat yang lain. Islam memang berpesan kepada kaum laki-laki untuk mencukur atau memotong rambutnya ketika tengah menjalani ibadah haji atau umrah tetapi kepada kaum wanita, Islam justru melarang mereka mencukur rambut kepala mereka. Pasalnya, hal itu oleh Islam dianggap senagai perbuatan memburukkan ciptaan Allah. Sedangkan, Rasulullah saw telah bersabda


   " Janganlah sekali-kali kalian memburukan ciptaan Allah, sekalipun itu terhadap seekor
   anjing yang suka menggigit"
 
Ada wanita yabg terlalu bersedih menghadapi musibah, mereka lantas mencukur rambutnya. Sehingga hal itu mengundang murka Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung. Padahal seharusnya mereka bersabar menghadapi cobaan itu. Rasulullah saw berpesan supaya kita bersabar ketika ditimpa musibah, terlebih musibah kematian.

 
  
"Sesungguhnya letak kesabaran itu pada benturan pertama"

 
Juga Sebagaimana yang difirmankan Allah dalm surat al=Baqarah:155-157 yang artinya:


   "Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang
   apabila ditimpa musibah ereka mengucapkan 'Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun'. Mereka
   itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhnnya. Mereka
   itulah orang-orang yang mendapat petunjuk"
 
Sangat mungkin seorang wanita merasa sedih karena ditinggal mati oleh suaminya. Tetapi berdasarkan pengalaman, waktu akan membuat ia melupakan kesedihannya lantaran ia sudah akan menikah lagi.
Islam melarang seorang wanita mencukur rambutnya seperti bentuk laki-laki. Namun dewasa ini kita justru menyksikan banyak remaja wanita yang mencukur rambut mereka sedemikian rupa. Sehingga kita susah membedakan mereka dengan remaja laki-laki.
Suatu hari Nabi saw melihat beberapa helai rambut Aisyah berjatuhan karena rontok Beliau lalu bersabda
 


   "Barangsiapa punya rambut hendaklah ia rawat dengan baik"
 
Aisyah kemudian memberesinya sehingga kelihatan rapi dan seolah-olah kembali lagi seperti semula.

3. Wanita yang Menyambung Rambut
Dialah wanita yang menyambung rambut asli dengan rambut palsu, baik rambut manusia maupun rambut binatang. Perbuatan seperti itu oleh Islam dianggap sebagai penipuan yang mungkin bisa menyebabakan timbulnya penyakit pada rambut yang asli. Wanita yang melakukan itu mirip dengan seekor landak betina yang memiliki bermacam-macam warna. Sehingga bisa menipu dan mengecoh pandangan kaum laki-laki.
Islam melarang orang mengecat rambut. Tetapi Islam merasa perlu sekali untuk menjelaskan hal tersebut. Sebab kalau seorang laki-laki yang telah berusia 50 tahun dan rambutnya pun telah beruban, lalu ia mengecat rambutnya dengan cat rambut berwarna hitam, tentu ia akan kelihatan seperti orang muda yang baru berusia 30 tahun. Akibatnya orang lain bisa saja tertipu ketika ia berminat ingin menikahi seseorang. Padahal Rasulullah saw telah bersabda


   "Barangsiapa yang menipu kami, ia tidak termasuk golongan kami"
 
Karena itulah Nabi saw memperingatkan agar tidak menggunakan modus penipuan seperti it. Beliau bersabda 

   "Apabila seorang pria melamar seorang wanita dan ia mengecat hitam rambutnya,
   hendaklah ia beritahukan hal tersebut kepada si wanita"
 
Seorang wanita boleh saja mengecat rambutnya dengan inai, pacar, atau dengan warna lain. Tetapi dengan syarat, hal itu untuk keperluan pengobatan bukan untuk menipu. Walaupun orang-orang senang mengecat rambutnya, namun tetap saja uban tersebut akan tetap tampak.

4. Wanita yang Mencabuti Rambut Alis
Maksudnya wanita yang mencabuti rambut alis supaya kelihatan lentik, tajam, dan mencolok. Tujuannya ialah supaya tampak cantik. Jadi bukan hanya sekedar menghilangkan rambut. Perbuatan itu merupakan salah satu cara setan untuk mengikuti langkahnya yang dapat membangkitkan fitnah.
Islam sama sekali tidak melarang wanita berhias dan berdandan mempercantik diri. Sebab Nabi saw telah bersabda 

 
   
"Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan"
   
"Agama itu dibina berdasarkan kebersihan"

 


Sesungguhnya Islam adalah agama yang fitrah. Ia tidak menghapus fitrah tersebut, melainkan justru akan terus menjaga kesuciannya. Karena itulah Islam berpesan kepada seorang muslim supaya mencabut rambut tambahan, baik yang tumbuh dikepala atau dibawah ketiak atau disekitar kemaluan. Termasuk rambut yang mungkin tumbuh pada wajah atau lengan atau betis seorang wanita, atau rambut sepasang alis tersebut menyatu. Tetapi perbuatan menghilangkan atau mengerok alis bisa mengundang syahwat dan mendorong pada perbuatan-perbuatan nista. Allah menciptakan seorang manusia dalam bentuk tertentu. Siapa pun tidak dibenarkan mempermainkan atau mengubahnya seperti mencukur alis dan mengkriting rambut(zaman sekarang seh direbonding sam saja tidak dibenarkan).

Allah Ta'ala berfirman dalm surat al-Infithaar:7-8 dan Ali Imran:6 yang artinya 
   "Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan
   (susunan tubuh)mu seimbang. Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun
   tubuhmu" 

   "Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya"

Sumber: Buku "Wanita-wanita Penghuni Neraka"
Baca Lebih Lanjut......
 

BERHARAP MENEMUKAN CAHAYA TERANG Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet Blogger Templates © 2008